buruh pabrik & kuli angkut (baca:preman)

April 25, 2007

Apa persamaan antara buruh pabrik dan kuli angkut ?
Jawab : sama-sama butuh uang, sama-sama kalo gak kerja gak dapet uang

Apa perbedaannya ?
Jawab : beda di jam kerja dan uang yang didapat.

Tapi kenapa kuli angkut sering disinonimkan dengan preman?

Didaerah kawasan industri biasanya sering ditemui kuli angkut, ojeker (baca: tukang ojek), preman yang orangnya ya itu-itu juga.
Yang saya perhatikan ada 4 kriteria dari mereka :
1. Ada yang niatnya murni ‘ngojek’ sebagai sumber pendapatan sehari-hari.
2. Ada juga yg jadi kuli angkut sampingannya ngojek.
3. Ada Preman yang sampingannya ojeker.
4. Ada yang berprofesi ketiganya.

Kita ‘ignore’kan dulu 3 kriteria teratas.
Dikawasan industri jababeka (mungkin yg lain sama) sekitar 85% (pinjam angkanya priyadi) dari mereka termasuk kriteria ke 4. Termasuk dilingkungan pabrik tempat saya bekerja.

Anehnya, mereka punya wewenang penuh untuk mengatur jalannya keluar masuk barang ke perusahaan-perusahaan di area kawasan yang dinaunginya, padahal setau saya itu barang milik perusahaan, dan sudah ada buruh perusahaan yang bertugas untuk mengatur hal itu, seperti menurunkan barang dari truk.
Tapi kenapa walaupun mereka gak ikutan kerja menurunkan barang (atau ikutan capek), masih tetap minta jatah (jatah kuli, katanya). Padahal keringetan aja enggak!
Karena takut dikeroyok biasanya supir truk suka ngasih uang kepada mereka (dimana biasanya uang yang diberi nominalnya cukup tinggi!)

tanya ke na pa?