do’a seorang buruh…

Oktober 11, 2007

Bismillahirrohmanirrohim,

Ya Allah, ya Tuhan kami

Ampunilah dosa-dosa kami

Dosa kedua orang tua kami

Dosa istri dan anak-anak kami

Ya Allah yang maha mengetahui

Lindungilah kami dari mara bahaya

Lindungilah kami dari siksa api neraka

Yang pasti pedih, dan tak tertahankan oleh kami

Ya Allah yang maha adil

Lindungilah Negara kami, bangsa kami

Sekutukanlah kami ya Allah agar kami hanya menyembahmu

Jauhkan kami dari kebatilan dan keserakahan

Ya Allah yang maha berkehendak

Jadikan bangsa kami, bangsa yang utuh

Bangsa yang tak gampang didzolimi oleh bangsa lain

Bangsa yang pemimpin dan rakyatnya adalah satu

Ya Allah yang maha bijak

Ampunillah dosa para pemimpin kami

Baik yang masih hidup atau yang sudah dipanggil keharibaanmu

Jadikan para pemimpin kami, sebagai mahlukmu yang beramanah

Ya Allah yang maha agung

Jadikan anak-anak/keturunan kami kelak, sebagai orang-orang yang percaya padaMu

Sebagai orang-orang yang mempunyai martabat dan akhlak yang berkharimah

Yang dapat dijadikan teladan oleh anak-anak mereka nantinya

Ya Allah ya Tuhan kami

Hindarilah bangsa kami dari fitnah yang keji

Fitnah yang akan memporak porandakan Negara kami

Baik dari luar maupun dari dalam negri kami sendiri

Ya Allah ya Tuhan kami

Kabulkanlah do’a-do’a kami

Sebagaimana engkau mengabulkan setiap do’a Muhammad sebagai Rasulmu

Dan sebagai Nabi kami….

Amiiin ya Robbal alamiiin.

Minal aidzin walfaidzin.



resep jadi buruh baru di pabrik lama..

Oktober 9, 2007

Tadi habis ngebaca blog tetangga mengenai hal ini (Maaf lho mba Puak, postingannya dilink…) 

Biasanya kesulitan yang pertama menimpa bagi para buruh pabrik bila masuk satu pabrik (baru or lama) adalah penyesuaian.  Baik ama rekan sesama buruh atau atasan..

Saya sendiri punya resep pribadi (dari pengalaman di beberapa pabrik), yaitu : 

  1. Sebelum kerja pertama kali, cari tau dulu, ini pabrik ngerjain apa,  sejarahnya gimana, udah lama ato belum, dsb..
  2. Lihat orang-orangnya (baca: rekan kerja), serem-serem, atau pada welkam, atau pada jutek.
  3. Minggu pertama kerja, langsung cari tau, rekan kerja yang terfavorite kejutekkannya, atau yang paling didengerin ama temen-temennya.
  4. Kalo dah tau, langsung dideketin, ajak ngobrol, usahain obrolan seputar yang dia suka, walaupun kita nggak ngerti dia ngomong apa, pastiin ama dia kalo kita se-ide dengan yang dia omongin (sedikit sok tau juga ga pa-pa).
  5. Nih rekan kerja jutek, kalo udah deket ama kita, pasti temen-temennya ikutan deket, pasti. Dan kejutekkan semua rekan kerja pun berakhir.
  6. Selagi ngobrol ama rekan kerja yang lain (minggu pertama juga), cari tau atasan yang ‘killer’  dan yang ‘gaul’. Dengan begitu kita akan tau gimana mo bersikap (baca: bersandiwara) pada saat ketemu / menghadap mereka.
  7. Jangan bantah apapun perintah dari atasan killer, karena sekali kita bantah pasti kerjamu akan sengsara. Ajak diskusi atasan yang gaul, karena biasanya atasan gaul lebih seneng kalo diminta ngajarin (walupun kita udah tau) dan akan ngerasa kita ‘ngehormatin’ dia (baca: nggak penjilat). 

Resep diatas biasanya saya lakukan dalam waktu paling lama 3 hari, setelah resep diatas berjalan dengan mulus, hmmmm kerjanya nyaman. 

“trus gimana dengan atasan yang sok tau?” 

Gampang aja, biasanya atasan yang sok tau itu gak tau apa-apa, atau hanya sekedar tau kulitnya aja, nah tugas kita yang cari tau dalemnya. Di pabrik saya kerja, atasan yang notabene orang korea, sebenernya mereka pada pinter-pinter, tapi dibidangnya aja, mereka gak /belum tentu tau semua hal. Justru itu yang kita manfaatin, kalo kita bisa tau semua hal, pada saat ada masalah kita gampang ‘argue’-nya (walaupun kitanya sok tau). Dan rata-rata para atasan, pasti akan percaya ama kita, kalau bisa memecahkan suatu masalah, walau cuman sekali. 

Setelah mereka percaya, dets de momen wi ken du awer gem! En dey wil bilif as woteper wi du! (ini pake bhs inggris sansekerta he he..).

Demikian resep yang saya selalu pake, dan berhasil saya implementasiin di setiap pabrik saya kerja. 

 (selagi saya ngetik ini, temen sebelah saya bilang, ” ah, ini mah semua orang juga tau..!) 


mau jujur atau…

Oktober 2, 2007

Postingan bagus didapat dari blog tetangga. Bila anda ingin jujur, baca juga postingan ini.

Sedangkan Negara ini emang butuh orang-orang jujur di top managemen nya (kalo ambil bahasa pabrik). Dengan demikian jujurkan dulu orang-orang pemberi perintah berikut para pengawasnya di dewan rakyat, perangkat-perangkatnya, dan jangan beri celah atau kesempatan pada rakyat untuk berbuat tidak jujur.

Jangan sampai seperti cerita di pabrik saya :

Seorang operator pabrik ketahuan merokok oleh bos  di tempat yang ada pengumuman dilarang merokok.

“Ya kamu! Kamu gak baca papan pengumuman itu???!” hardik si bos

“ma..maaf pak..” jawab si operator

“kamu mau saya keluarkan?” Tanya di bos lagi dengan sangar.

“wah..ja..jangan pak!” jawab sioperator gelagapan karena takut.

“sudah! Matikan rokokmu sekarang dan pindah kekantin! Disana tempat untuk merokok!!” hardik si bos lagi

“iya pak…” jawab si operator sambil ngiprit ketakutan

Si bos bergumam perlahan, “Udah tau ada pengumuman dilarang merokok disini,  masih aja ada yang bandel merokok sembarangan! Huh ! dasar operator otak udang! Gak punya mata kali dia ya…!” Gumamnya sambil  menghisap rokok samsunya dan menghembuskan asapnya yang kemudian hilang di ketiadaan.

Dan si papan pengumuman pun tersenyum.