Postingan bagus didapat dari blog tetangga. Bila anda ingin jujur, baca juga postingan ini.
Sedangkan Negara ini emang butuh orang-orang jujur di top managemen nya (kalo ambil bahasa pabrik). Dengan demikian jujurkan dulu orang-orang pemberi perintah berikut para pengawasnya di dewan rakyat, perangkat-perangkatnya, dan jangan beri celah atau kesempatan pada rakyat untuk berbuat tidak jujur.
Jangan sampai seperti cerita di pabrik saya :
Seorang operator pabrik ketahuan merokok oleh bos di tempat yang ada pengumuman dilarang merokok.
“Ya kamu! Kamu gak baca papan pengumuman itu???!” hardik si bos
“ma..maaf pak..” jawab si operator
“kamu mau saya keluarkan?” Tanya di bos lagi dengan sangar.
“wah..ja..jangan pak!” jawab sioperator gelagapan karena takut.
“sudah! Matikan rokokmu sekarang dan pindah kekantin! Disana tempat untuk merokok!!” hardik si bos lagi
“iya pak…” jawab si operator sambil ngiprit ketakutan
Si bos bergumam perlahan, “Udah tau ada pengumuman dilarang merokok disini, masih aja ada yang bandel merokok sembarangan! Huh ! dasar operator otak udang! Gak punya mata kali dia ya…!” Gumamnya sambil menghisap rokok samsunya dan menghembuskan asapnya yang kemudian hilang di ketiadaan.
Dan si papan pengumuman pun tersenyum.
Oktober 6, 2007 pukul 6:13 am |
itu mah sudah biasa om….
si bos selalu benar,…..
di tempat saya kerja , Bos itu Dewo…….
Oktober 6, 2007 pukul 10:25 pm |
#widiastono
Yup, saya juga beranggapan bahwa itu sudah biasa, cuman aneh aja, kenapa kita hanya bisa menganggap itu sudah biasa, yang bisa berarti, semua ketidak selarasan dianggap sudah biasa.
Pemukulan wasit di malingsia, sudah biasa
Pengrusakkan warung oleh FPI (Islam garis keras, katanya), sudah biasa
PHK Massal dengan dalih pabrik bangkrut (walau sebenarnya tidak), sudah biasa
Penghancuran rumah miskin dikolong jembatan, sudah biasa
Sampai kapan kita akan terus berucap kesudah biasaan? Haruskah seluruh buruh pabrik membuat revolusi seperti th 98 agar Top Management lengser keprabon dan digantikan diktator lainnya? yang berulang terus (karna penggantinya semua diktator) akhirnya kemudian kita pun akan berucap ” ah revolusi mah udah biasa..”
Oktober 9, 2007 pukul 7:15 am |
wah..blog seorang buruh dan pemerhati buruh ya..boleh juga..
kenalan dunk!
Oktober 9, 2007 pukul 5:54 pm |
#Puak
Lam kenal juga, makasih dah berkunjung.
Agustus 12, 2008 pukul 3:56 am |
ada yg lupa menjilat itu biasa, knp g djilat tu bos, sp tau dkasih rokok jg.